Kelompokwilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh answer choices Daerah Karst- Dataran Aluvial-Gumuk Pasir Hutan Hujan-Gutan Musim- Pemukiman Sawah-Pemukiman-Sabana Lembah-Sawah- Pemukiman Gunung-Dataran Aluvial-Pemukiman Question 8 30 seconds Q. Perhatikan ciri-ciri wilayah berikut ini ! 1) Memiliki batas-batas administrasi
Salahsatu jenis wilayah adalah wilayah formal, yaitu wilayah yang didasari oleh kesamaan ciri atau homogenitas tertentu. Wilayah formal terbagi menjadi dua kriteria, yaitu : Kriteria fisik, yaitu wilayah yang didasari oleh bentuk lahan, jenis batuan, iklim dan vegetasi.
Kelompokwilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh answer choices Daerah Karst- Dataran Aluvial-Gumuk Pasir Hutan Hujan-Gutan Musim- Pemukiman Sawah-Pemukiman-Sabana Lembah-Sawah- Pemukiman Gunung-Dataran Aluvial-Pemukiman Question 8 120 seconds Q. Perhatikan ciri-ciri wilayah berikut ini ! 1) Memiliki batas-batas administrasi
Kelompokwilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh kolom. HM H. Mahmud Master Teacher Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia Jawaban terverifikasi Jawaban pilihan yang tepat adalah A. Pembahasan Wilayah formal adalah wilayah yang memiliki kenampakan alam yang dominan sama dan seragam.
Kelompokwilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh . answer choices Daerah Karst, Dataran Aluvial, Gumuk Pasir Hutan Hujan, Hutan Musim, Pemukiman Sawah, Pemukiman, Sabana Lembah, Sawah, Pemukiman Gunung, Dataran Aluvial, Pemukiman Question 5 45 seconds Q. Perhatikan wilayah berikut ini ! 1) Provinsi 2) Kota 3) Kota perbelanjaan
View LAW 101 at Tarumanagara University. Nama: Nadia Rafi Nabila Kelas: XII-IPS 1 NO: 24 1. Kelompok wilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh
. Wilayah formal adalah bagian dari perwilayahan yang dihuni oleh orang-orang yang memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama. Karakteristik bersama mungkin merupakan bahasa umum, kegiatan ekonomi, seperti produksi tanaman tertentu, atau karakteristik fisik, seperti iklim suatu daerah. Sedangkan untuk arti wilayah fungsional adalah wilayah yang diorganisasikan untuk berfungsi secara politis, sosial, dan ekonomis sebagai satu kesatuan. Daerah fungsional dipusatkan pada titik fokus yang menghubungkan daerah lain dengan berbagai sistem, seperti transportasi, komunikasi, atau kegiatan ekonomi. Kota dapat dianggap sebagai wilayah fungsional karena jalan raya, jalur kereta api, kereta bawah tanah, dan bus memindahkan orang dari pinggiran kota ke daerah pusat kota. Wilayah dan perwilayahan adalah area kohesif yang homogen dalam kriteria penetapan tertentu dan dibedakan dari daerah atau wilayah lainnya dengan berbagai kriteria. Konstruksi intelektual yang diciptakan oleh pemilihan fitur yang relevan dengan masalah tertentu dan mengabaikan fitur lain yang dianggap tidak relevan. Batas wilayah ditentukan oleh homogenitas dan kekompakan bagian. Konsep pusat pertumbuhan wilayah formal dan fungsional saat ini digunakan dalam analisis, perencanaan, dan administrasi banyak program publik nasional dan internasional. Regionalisme, atau kesadaran regional, korelasi ideologis dari konsep yang berkembang dari rasa identitas di dalam kawasan, penting dalam banyak analisis historis, politik, dan sosiologis. Dalam hal ini, misalnya wilayah dalam arti desa dengan wilayah kota, keduanya memiliki hubungan saling ketergantungan, desa berfungsi sebagai pemasok bahan baku ke kota, sedangkan kota berfungsi sebagai pusat melayani kebutuhan berupa hasil industri ke penduduk desa. Contoh Wilayah Formal dan Fungsional Adapun untuk memberikan penjelasan lebih lengkap berikut ragam contoh yang dapat dikemukakan untuk wilayah fungsional dan formal. Antara lain; Wilayah Formal Wilayah Formal Wilayah formal banyak ditandai dengan asosiasi areal yang ditandai dengan kenampakan fisik alam, biotik kehidupan, dan sosial kemasyarakatan, diantaranya yaitu Wilayah formal berdasarkan kenampakan areal fisik Misalnya Gunung dan pegunungan Sungai, DAS, dan rawa Relief berbentuk antiklinal, sinklinal, patahan, dan lipatan Wilayah formal berdasarkan kenampakan arealbiotik Misalnya Hutan-hutan. Daerah pertanian dan perkebunan. Daerah sawah, tegal, dan ladang. Wilayah formal berdasarkan kenampakan areal sosial Misalnya Kelompok RT, RW, dan kelurahan. Golongan masyarakat desa dan masyarakat kota. Golongan bangsa kulit putih dan kulit hitam. Wilayah Fungsional Wilayah Fungsional Contoh wilayah fungsional, antara lain Wilayah Metropolitan Contoh terbesar dari wilayah fungsional adalah wilayah metropolitan, dan kita dapat memikirkan kota yang menjadi basis metropolitan sebagai pusat atau titik fokus wilayah tersebut. Kota utama dalam area metropolitan adalah tempat sebagian besar perdagangan dan aktivitas berlangsung, menjadi bagian terpadat dari wilayah fungsional. Pusat kota terhubung ke bagian terluar wilayah dengan rute transportasi, rute perdagangan, dan komunikasi. Orang-orang bepergian setiap hari dari daerah sekitarnya ke kota untuk melakukan kegiatan ekonomi di pusat kota. Pusat kota yang mengelilingi wilayah metropolitan dapat melakukan banyak fungsi berbeda seperti pendidikan, pekerjaan, dan hiburan. Distrik Sekolah Distrik sekolah dapat dianggap sebagai daerah fungsional yang berpusat di sekitar sekolah didasarkan pada sejumlah sekolah tertentu, yang merupakan pusat untuk wilayah fungsional. Berbagai sekolah dan distrik sekolah akan melayani anak-anak dari lingkungan sekitarnya, berdasarkan faktor-faktor seperti populasi dan lokasi geografis. Para siswa harus pergi ke sekolah mereka setiap hari, dan sejumlah rute transportasi yang berbeda menghubungkan hub pusat sekolah ke rumah-rumah para siswa dan daerah sekitarnya. Kehadiran sekolah dalam jumlah yang lebih besar sering kali menarik lebih banyak penduduk ke suatu daerah, sehingga distrik sekolah tetap terikat dengan pertumbuhan populasi di wilayah geografis yang lebih luas. Sementara sekolah dapat berpotensi melayani berbagai siswa dari berbagai latar belakang dan etnis, analisis demografi distrik sekolah menunjukkan bahwa distrik sekolah sering jauh lebih homogen daripada kota, negara bagian, dan kabupaten secara keseluruhan. Bank Cabang Bank cabang ada untuk memberikan layanan kepada orang-orang yang tinggal jauh dari kantor pusat atau cabang rumah bank, menangani transaksi perbankan untuk orang-orang di rumah di komunitas mereka sendiri. Dalam sistem perbankan cabang, bank utama akan membuat banyak cabang berbeda yang mencakup berbagai wilayah geografis sesuai dengan kebutuhan penduduk di wilayah tersebut. Bank cabang dapat dianggap sebagai wilayah fungsional karena bank utama berfungsi sebagai titik fokus atau pusat utama sistem, dan bank cabang yang didistribusikan di seluruh wilayah berinteraksi dengan bank utama. Perhatikan bahwa daerah fungsional dapat dibagi lagi menjadi daerah yang lebih contoh, cabang-cabang bank lokal bertindak sebagai pusat pusat subregion itu, meskipun mereka adalah bagian dari wilayah fungsional yang lebih besar yang mencakup seluruh perusahaan perbankan. Pusat Perbelanjaan/Department Store Department store dan pusat perbelanjaan adalah contoh daerah fungsional berdasarkan belanja untuk barang-barang material. Department storeberupaya melayani sebagai pusat utama bagi warga yang ingin membeli barang di wilayah geografis sekitarnya. Toko akan menargetkan warga yang tinggal paling dekat dengan toko, berharap dapat menarik mereka. Orang-orang yang berada sangat jauh dari jangkauan toko mungkin memilih untuk pergi ke department storelain untuk mendapatkan barang-barang yang mereka butuhkan. Department store terhubung ke rumah, bisnis, dan layanan di sekitarnya dengan jaringan transportasi dan rute perdagangan. Pusat perbelanjaan bekerja mirip dengan department store, tetapi alih-alih menjadi toko tunggal, mereka adalah konglomerasi dari banyak toko yang berbeda yang terletak di satu area. Pusat perbelanjaan itu sendiri adalah pusat utama dari wilayah fungsional, dan toko-toko di sana akan memanfaatkan kehadiran toko-toko lain untuk menarik perhatian pelanggan di wilayah sekitarnya. Pelabuhan Pelabuhan dan pelabuhan juga merupakan contoh daerah dapat dianggap sebagai pusat pusat wilayah pesisir. Pelabuhan sering menangani industri seperti perikanan dan perkapalan dan juga berfungsi sebagai basis operasi untuk penciptaan infrastruktur pelabuhan terhubung ke daerah sekitarnya dengan rute perdagangan dan rute komunikasi. Pelabuhan, seperti halnya bandara, melayani wilayah fungsional dengan menangani kedatangan dan kepergian orang di wilayah geografis. Bandara dan pelabuhan sering menyambut wisatawan ke suatu daerah, dan dengan meningkatnya jarak dari bandara, wisatawan akan memiliki pelabuhan lain yang dapat mereka manfaatkan. Kondisi juga berlaku untuk pelabuhan dan pelabuhan sebagai pusat pekerjaan. Karena jarak yang harus ditempuh seseorang ke pelabuhan atau pelabuhan untuk pekerjaan meningkat, orang menjadi lebih mungkin untuk mencari peluang kerja di tempat lain. Demikianlah artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca. Berkenaan dengan contoh-contoh wilayah formal dan wilayah fungsional yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi bagi segenap pembaca. Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah
Pengertian dan Jenis-Jenis Wilayah Secara Umum dan Menurut Para Ahli Lengkap – Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan. Secara umum, wilayah atau region adalah suatu bagian permukaan bumi yang memiliki karakteristik khusus atau khas tersendiri yang menggambarkan satu keseragaman atau homogenitas sehingga dengan jelas dapat dibedakan dari wilayah-wilayah lain di daerah sekitarnya. Wilayah adalah bagian atau daerah di permukaan bumi yang dibatasi oleh kenampakan tertentu yang bersifat khas dan membedakan wilayah tersebut dari wilayah lainnya. Misalnya, wilayah hutan berbeda dengan wilayah pertanian, wilayah kota berbeda dengan wilayah perdesaan. Wilayah adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengorganisasi daerah area di muka Bumi untuk berbagai tujuan. Suatu wilayah memiliki karakteristik tertentu yang memberikan ukuran-ukuran kesamaan dan perbedaan dengan wilayah lain. Wilayah bisa digunakan untuk menyederhanakan daerah di muka Bumi dengan pengaturan berdasarkan pada karakteristik fisik dan sosial yang ada. Wilayah dibangun manusia sebagai suatu hasil kreasi dan memiliki batas-batas yang diturunkan dari kriteria khusus. Berikut beberapa pengertian wilayah menurut ahli Dickinson Menurut Dickinson, Wilayah adalah sesuatu yang kondisisi fisiknya homogen. Heriston Menurut Heriston, Wilayah adalah komplek tanah, air, udara, tumbuhan, hewan dan manusia dengan hubungan khusus sebagai kebersamaan yang kelangsungannya mempunyai karakter khusus dari permukaan bumi. Fannemar Menurut Fannemar, Wilayah adalah area yang digolongkan melalui kenampakan permukaan yang sama dan dikontraskan dengan area sekitarnya. Taylor Menurut Taylor, Wilayah adalah bagian dari permukaan bumi yang berbeda dan ditunjukkan oleh sifat-sifat yang berbeda dan ditunjukkan oleh sifat-sifat yang berbeda dari lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/aspek fungsional. Jenis-Jenis Wilayah Berdasarkan kekhasannya, wilayah bisa dibedakan menjadi dua jenis, diantaranya yaitu a. Wilayah yang didasarkan atas konsep homogenitas disebut juga wilayah formal atau homogeneous atau uniform region, misalnya wilayah bentuk ekonomi dan wilayah bentuk lahan. b. Wilayah yang didasarkan atas konsep heterogenitas disebut juga wilayah fungsional atau nodal region atau organic region, contohnya kota metropolitan. Dalam geografi dikenal tiga kriteria pewilayahan dengan ciri-ciri berikut ini diantaranya a. Pewilayahan berciri tunggal atau single topic region yaitu penetapan region atau wilayah yang didasarkan pada salah satu aspek geografi. Contohnya tekanan udara bisa digunakan untuk membedakan antara wilayah dataran rendah dan wilayah dataran tinggi. b. Pewilayahan berciri majemuk atau multi topic region yaitu penetapan wilayah yang didasarkan pada beberapa faktor geografi. Contohnya yaitu penetapan wilayah berdasarkan kondisi iklim di daerah tersebut. Dalam penetapan iklim pasti akan digunakan beberapa faktor geografi seperti angin, intensitas cahaya, suhu, curah hujan dan sebagainya. c. Pewilayahan berciri keseluruhan atau total region yaitu penetapan wilayah yang didasarkan pada banyak faktor menyangkut lingkungan alam, lingkungan manusia maupun lingkungan biotik. Misalnya dalam penetapan wilayah hutan pinus, hutan cemara, hutan jati dan sebagainya. Demikian artikel tentang “Pengertian dan Jenis-Jenis Wilayah Secara Umum dan Menurut Para Ahli Lengkap“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa Baca Artikel Lainnya Pengertian Daratan, Klasifikasi Macam-Macam Jenis Daratan dan Contohnya Lengkap Pengertian Dataran, Jenis, serta Perbedaan Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Lengkap Letak Astronomis, Letak Geografis dan Letak Geologis Indonesia Beserta Dampaknya Lengkap Pengertian Laut, Jenis-Jenis dan Manfaat Laut Terlengkap Pengertian Sungai, Proses Terbentuknya Sungai, Jenis dan Manfaat Sungai Terlengkap Pengertian Danau, Manfaat , Jenis, Upaya Pelestarian dan Proses Terjadinya Danau
- Bagian permukaan bumi dalam ilmu geografi dikenal sebagai ruang dan wilayah. Baik ruang dan wilayah memiliki definisi yang berbeda-beda. Berdasarkan ilmu geografi wilayah region adalah kesatuan objek dan kesatuan manusia yang mempunyai karakteristik sama sehingga dapat dibedakan dengan wilayah yang lain. Sedangkan ruang space dimaknai sebagai tempat dengan batas-batas geografi yang terdiri dari sebagian permukaan bumi beserta lapisan tanah di bawahnya hingga lapisan udara di atasnya. Jadi, bisa dikatakan bahwa ruang merupakan wadah atau tempat, sementara wilayah mencakup segala yang terdapat di dalam ruang. Di sisi lain, dikenal juga istilah perwilayahan. Sesuai dengan ilmu geografi, perwilayahan diartikan sebagai pembagian wilayah-wilayah berdasarkan karakteristik tertentu. Penjelasan Wilayah dalam Ilmu Geografi Undang-Undang UU Republik Indonesia nomor 26 tahun 2007 menyebut wilayah sebagai ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang ditentukan berdasarkan aspek administrasi dan/atau aspek fungsional. Berdasarkan buku Geografi Kelas XII wilayah dibagi menjadi dua, yaitu wilayah formal dan wilayah fungsional. Berikut perbedaan antara wilayah formal dan wilayah fungsional1. Wilayah formal uniform region Wilayah formal merupakan wilayah yang dicirikan berdasarkan keseragaman homogenitas tertentu, misalnya keseragaman alam, penduduk, biotik, dan sosial, namun berbeda dari wilayah di sekitarnya. Sebutan lain dari wilayah formal adalah uniform region. Contoh wilayah formal, misalnya di Pantai Utara Jawa, Pantai Selatan Jawa, Pantai Barat Sumatera dan lainnya. Walau terdapat kesamaan alam dan penduduk antara Pantai Utara Jawa dengan Pantai Selatan Jawa, namun kedua wilayah ini memiliki budaya yang berbeda dari wilayah di sekitarnya. Wardiyatmoko menyebut pengertian wilayah formal adalah wilayah yang bercirikan asosiasi areal yang ditandai dengan alam fisik kondisi geomorfologi, jenis tanah, curah hujan dan pemanfaatan lahan, biotik, dan sosial pekerjaan, adat istidat, seni budaya. 2. Wilayah fungsional nodal region Mengutip e-modul Kemdikbud wilayah fungsional adalah wilayah yang dicirikan oleh adanya kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional. Di Indonesia wilayah fungsional bisa dilihat pada Jabodetabek yang merupakan singkatan dari beberapa kota, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Wilayah ini memiliki kondisi fisik yang berbeda heterogen namun secara fungsional saling terhubung dari sisi ekonomi atau kegiatan perekonomiannya. Wardiyatmoko menyebut pengertian wilayah fungsional dicirikan dengan adanya aliran orang dan/atau barang yang memusat. Aliran orang dan/atau barang yang terkonsentrasi di suatu wilayah membentuk pusat pertumbuhan. Jakarta adalah wilayah pusat, sementara orang dari wilayah di sekitarnya berdatangan karena aliran perekonomian yang terpusat di Jakarta. Pasar juga menjadi contoh wilayah fungsional, karena orang-orang berdatangan dari berbagai wilayah sebab barang terkumpul di pasar pusat.Perwilayahan regionalisasi Perwilayahan regionalisasi adalah suatu proses klasifikasi atau penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Penggolongan wilayah dilakukan secara formal maupun contoh, wilayah industri dengan wilayah perumahan memiliki kondisi yang berbeda. Begitupula dengan jalur hijau ataupun pemukiman elit. Ciri-ciri yang dimiliki oleh setiap wilayah menjadi dasar untuk menggolongkan suatu kawasan. Berdasarkan ilmu geografi penggolongan kawasan tersebut dikenal sebagai perwilayahan. Perwilayahan dilakukan untuk berbagai kepentingan, salah satunya pembangunan. Pemerintah maupun sektor swasta sebaiknya memahami kondisi suatu wilayah terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan di suatu daerah. Terdapat lima jenis perwilayahan meliputi1. Natural Region Wilayah Alamiah atau Fisik Natural region merupakan pembagian perwilayahan berdasarkan penampakan alami. Contoh natural region misalnya wilayah pertanian, perkebunan, wilayah pertambangan dan kehutanan. 2. Single Feature Region Wilayah Ketampakan Tunggal Single feature region merupakan perwilayahan berdasarkan satu penampakan saja mencakup wilayah yang sangat luas. Sebagai contoh pembagian wilayah berdasarkan iklim, jenis hewan, jenis batuan. 3. Generic Region Wilayah Berdasarkan Jenisnya Generic region adalah wilayah yang digolongkan berdasarkan flora tertentu yang menonjol di wilayah tersebut, contohnya anggrek pada hutan hujan tropis. 4. Specific Region Wilayah Spesifik atau Khusus Pengklasifikasian wilayah spesific region dicirikan dengan kondisi geografis yang khas, misalnya Asia Tenggara, Eropa Timur, Timur Tengah, dan sebagainya. 5. Factor Analysis Region Wilayah Analisis Faktor Perwilayahan berdasarkan metode statistik-deskriptif atau dengan metode Melakukan Pembagian Perwilayahan atau Regionalisasi Berikut beberapa manfaat melakukan pembagian perwilayahan atau regionalisasi Agar dapat menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala atau fenomena di permukaan bumi. Memudahkan pemantauan perubahan yang terjadi di wilayah tertentu. Agar dapat meratakan pembangunan di semua wilayah. Agar memudahkan koordinasi program pembangunan pemerintah. Memudahkan pemantauan perubahan yang terjadi di wilayah tertentu. Baca juga Konsep Wilayah dalam Geografi Beserta Jenisnya Formal & Fungsional Pembagian Wilayah Laut Indonesia & Batas-batasnya secara Geografis Sistem Informasi Geografis Pengertian, Komponen, dan Prosesnya - Pendidikan Kontributor Cicik NovitaPenulis Cicik NovitaEditor Yonada Nancy
- Dalam mata pelajaran geografi, konsep wilayah diperkenalkan sebagai daerah atau ruang yang menyimpan kesatuan geografis. Pengertian kesatuan geografis di sini adalah wilayah menyangkut persamaan sebuah wilayah yang ternyata memiliki kekhasan sehingga berbeda dengan wilayah lainnya. Menurut catatan Eko Titis dan Rudi dalam modul Geografi SMA-MA Kelas XII 200999, wilayah adalah sebagian permukaan bumi yang punya karakteristik tertentu sehingga tempat tersebut memiliki perbedaan dengan wilayah lain. Hal tersebut dapat dilihat dari kasus wilayah pantai yang terletak di dekat laut dan wilayah pegunungan yang terletak di daerah tinggi. Dari sini, bentang alam yang ada di masing-masing wilayah berbeda dan sama-sama menjadi ciri khas untuk keduanya. Jenis-jenis Wilayah Berdasarkan catatan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 1997 tentang “Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional”, dijabarkan bahwa wilayah adalah satuan geografis yang tergabung atas unsur terkait di dalam ruangnya. Dari unsur-unsur dan satuan geografis ini, maka batas dan sistem sebuah wilayah bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni wilayah formal dan fungsional. Berikut ini penjelasan mengenai dua klasifikasi tersebut beserta dengan contoh wilayahnya. 1. Wilayah Formal dan ContohnyaDi dalam kajian wilayah formal Uniform Region, terdapat aspek berupa keseragaman yang ada di sebuah lingkup geografis. Oleh karena itu, wilayah formal bisa disebut sebagai wilayah yang terbentuk akibat adanya kesamaan kenampakan, mulai dari fisik permukaan bumi, iklim, vegetasi, tanah, bentuk lahan, dan penggunaannya. Contoh wilayah formal Wilayah formal berdasarkan kenampakan fisik wilayah pegunungan, dataran rendah, atau dataran tinggi. Wilayah formal berdasarkan kenampakan iklim wilayah beriklim tropis, subtropis, dan lain-lain. Wilayah formal berdasarkan kenampakan vegetasi atau penggunaan lahannya wilayah perkebunan, pertanian, pertambangan, dan lain-lain. Selain terkait kenampakan fisiknya, wilayah formal juga kadang disebut memiliki batas berdasarkan keseragaman pemerintahan. Dari sini, terbentuk wilayah-wilayah berdasarkan pemerintahannya masing-masing, misal Desa Cisolok, Dusun Anjarsari, dan lain-lain. 2. Wilayah Fungsional dan ContohnyaKeseragaman yang membuat wilayah formal statis tidak menjadi aspek pengukuran wilayah fungsional. Dikenal juga dengan Nodal Region, wilayah fungsional lebih mengutamakan perkembangan sebuah daerah. Oleh karena itu, wilayah fungsional punya sifat yang dinamis serta mengikuti perkembangan yang biasanya diisi oleh kelompok masyarakat yang heterogen beragam. Selain itu, wilayah ini juga memiliki empat unsur penting di dalamnya, mulai dari adanya arus barang/ide, adanya pusat pertemuan arus, wilayah semakin luas, dan ada jaring atau rute pertukaran. Untuk contoh wilayah ini, kita dapat melihat Provinsi DKI Jakarta yang menjadi ibu kota Indonesia. Sebagai ibu kota, Jakarta berperan sebagai titik pusat segala informasi, terdapat jaring-jaring jalan dan berfungsi sebagai rute pertukaran, serta terdapat arus ide atau juga Pembagian Wilayah Laut Indonesia & Batas-batasnya secara Geografis Kondisi Geografis Indonesia Nilai Positif Cegah Importasi Omicron Konsep Wilayah dan Tata Ruang Indonesia, Studi Geografi Kelas 12 - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Maria Ulfa
Dalam perwilayahan ada beberapa model yang berkembang. Model ini berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Model tersebut antara lain adalah sebagai berikut a Uniform Region Wilayah Formal Uniform region atau region statis yaitu region yang dibentuk oleh adanya kesamaan kenampakan, termasuk iklim, vegetasi, tanah, landform, pertanian atau penggunaan lahan. Uniform region juga disebut dengan wilayah formal. Homogenitas dari wilayah formal dapat ditinjau berdasarkan kriteria fisik atau alam ataupun kriteria sosial budaya. Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi. Uniform Region atau wilayah formal dicirikan oleh sesuatu yang dimiliki atau melekat pada manusia dan alam secara umum, seperti bahasa tertentu yang digunakan penduduk, agama, kebangsaan, budaya, dan identitas politik serta tipe iklim tertentu, bentuk lahan, dan vegetasi. Contohnya Di beberapa daerah pertanian yang memiliki kesamaan iklim, luas, hidrologi, dan budaya yang sama, Wilayah perikanan tambak di pantai Utara Jawa memiliki banyak kesamaan antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya. b Nodal Region Wilayah Fungsional Wilayah Nodal Nodal Region adalah suatu wilayah yang diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang di hubungkan melalui garis melingkar. Wilayah Nodal secara fungsional mempunyai ketergantungan antara pusat inti dan daerah belakangnya interland. Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari arus penduduk, faktor produksi, barang dan jasa, atau pun komunikasi dan transportasi. Wilayah Nodal dikatakan dinamis sebab didefinisikan sebagai gerakan bukan objek yang statis dan terdapat fungsi suatu tempat sebagai pusat sirkulasi. Hubungan antarpusat kegiatan pada umumnya dicirikan dengan adanya arus transportasi dan komunikasi yang pada akhirnya menunjang pertumbuhan dan perkembangan dari setiap wilayah tersebut. Terdapat 4 unsur yang esensial dalam struktur regional nodal, yaitu 1 adanya arus barang, ide/gagasan dan manusia 2 adanya node/pusat yang menjadi pusat pertemuan arus tersebut secara terorganisir 3 adanya wilayah yang makin meluas 4 adanya jarring-jaring rute tempat tukar menukar berlangsung Dilihat dari konsep nodal region, wilayah perkotaan terdiri atas tiga komponen utama, yaitu sebagai berikut a. Nodus atau inti yang merupakan pusat kota city. b. Internal area hinterland yaitu wilayah sekitar kota yang fungsinya memasok kebutuhan harian kota tersebut. c. Eksternal area yang merupakan jalur penghubung antara kota wilayah pemasok kebutuhan kota tersebut. Wilayah yang termasuk dalam suatu nodal region sering kali dihubungkan dengan garis-garis konsentrik lingkaran Contoh Pada awal perkembangannya, Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi merupakan kota-kota yang terpisah dan tidak saling mempengaruhi. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan Kota Jakarta, kota di sekitarnya seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor menjadi wilayah penyangga bagi pertumbuhan dan perkembangan Kota Jakarta. Dalam pengertian lain, Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor merupakan suatu wilayah fungsional bagi pertumbuhan dan perkembangan Jakarta. Demikian pula dengan Jakarta merupakan wilayah fungsional bagi pertumbuhan dan perkembangan wilayah-wilayah di sekitarnya termasuk Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi. c Generic Region Generic region adalah wilayah yang di klasifikasikan berdasarkan jenisnya sehingga fungsi wilayah yang bersangkutan diabaikan, misalnya wilayah iklim tropik, wilayah iklim sedang, wilayah vegetasi, wilayah hutan daun jarum, wilayah hutan patai, dan wilayah perkebunan teh. Penggolongan wilayah ini didasarkan pada kenampakan jenis tertentu, misal di wilayah hutan hujan tropis tropical rain forest, yang di tonjolkan hanyalah salah satu jenis flora tertentu di hutan tersebut, seperti flora anggrek. d Specific Region Specific Region yaitu wilayah berdasarkan kekhususan sehingga merupakan daerah tunggal yang mempunyai ciri-ciri tersendiri misalnya wilayah waktu, waktu Indonesia bagian barat, waktu Indonesia tengah, dan wilayah waktu Indonesia timur, wilayah fisiografi jawa menurut Van Bammelen dibagi menjadi 3 zone utara, zona tengah, dan zona selatan. Contoh dari spesific region a Wilayah Asia Tenggara, di mana daeraah ini merupakan daerah tunggal dan mempunyai ciri-ciri geografi yang khusus, seperti dalam hal lokasi, penduduk, adat-istiadat, bahasa, dan lain sebagainya. b Wilayah waktu Indonesia bagian Timur, di mana daerah ini merupakan daerah tunggal dan mempunyai cirri khusus, yaitu yang lokasinya di Indonesia bagian timur c Wilayah daerah penangkapan udang laut di Indonesia mempunyai ciri khusus. Lokasinya sepanjang pantai hutan bakau atau laut yang pantainya tidak begitu dalam dan reliefnya bercelah-celah yang cocok untuk sarang udang.
- Konsep wilayah dan pewilayahan tidak bisa lepas dari kajian atau pengertian geografi. Para ahli mengemukakan bahwa konsep wilayah merupakan obyek formal geografi yang menjadi benang merah atau pembeda dengan ilmu-ilmu kebumian dalam buku Perencanaan dan Pengembangan Wilayah 2009 karya Ernan Rustiadi, definisi wilayah atau region diartikan sebagai suatu bagian permukaan bumi yang memiliki karakteristik khusus atau khas tersendiri yang menggambarkan satu keseragaman atau homogenitas. Sehingga keseragaman tersebut dapat membedakan dari wilayah-wilayah lain di daerah sekitarnya. Wilayah Karaktersitik wilayah bisa berupa kondisi alam, ekonomi, demografi, dan sosial-budaya. Beberapa contoh wilayah yang ada di permukaan bumi antara lain Wilayah hutan hujan tropis region alamiah Amerika latin region budaya Kepulauan Wallacea region fauna Corn belt region pertanian Zona dataran rendah Jakarta region fisiografi Secara umum suatu wilayah terbagi menjadi dua, yaitu Wilayah formal Wilayah ini identik dengan definisi wilayah secara umum, yaitu suatu daerah atau kawasan di muka bumi yang memiliki karakteristik yang khas sehingga dapat dibedakan dari wilayah lain di sekitarnya. Baca juga Hari Ini, Wilayah Berikut Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Wilayah fungsional Suatu kawasan yang terdiri atas beberapa pusat wilayah yang berbeda fungsinya. Contoh jelas dari wilayah fungsional adalah perkotaan. Dilihat dari konsepnya, wilayah perkotaan terdiri atas tiga komponen, yaitu Nodus atau inti, yang merupakan pusat kota Internal area hinterland, wilayah sekitar kota yang fungsinya memasok kebutuhan harian kota tersebut. Eksternal area, merupakan jalur penghubung antara kota wilayah pemasok kebutuhan kota tersebut. Konsep wilayah Secara umum, konsep wilayah dibedakan atas keadaan alamiah dan keadaan tingkat kebudayaan penduduknya. Berikut penjelasannya
kelompok wilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh